he film centres on a group of children, led by Luke (Nicholas Savard-L'Herbier / Angela Galuppo) and Sophie (Mariloup Wolfe / Lucinda Davis), who plan and stage a giant snowball fight during the Christmas holidays.
Directors: Jean-François Pouliot, François Brisson
Writers: Normand Canac-Marquis, Roger Cantin (Original screenplay) | 2 more credits »
Stars: Angela Galuppo, Mariloup Wolfe, Lucinda Davis
Showing posts with label FAMILY. Show all posts
Showing posts with label FAMILY. Show all posts
In a city of humanoid animals, a hustling theater impresario's attempt to save his theater with a singing competition becomes grander than he anticipates even as its finalists' find that their lives will never be the same.Directors: Christophe Lourdelet, Garth Jennings
Writer: Garth Jennings
Stars: Matthew McConaughey, Reese Witherspoon, Seth MacFarlane
Stanley Ipkiss (Jim Carrey) is a bank clerk that is an incredibly nice man. Unfortunately, he is too nice for his own good and is a pushover when it comes to confrontations. After one of the worst days of his life, he finds a mask that depicts Loki, the Norse night god of mischief. Now, when he puts it on, he becomes his inner, self: a cartoon romantic wild man. However, a small time crime boss, Dorian Tyrel (Peter Greene), comes across this character dubbed "The Mask" by the media. After Ipkiss's alter ego indirectly kills his friend in crime, Tyrel now wants this green-faced goon destroyed.
What is the true meaning of friendship? Gun, a rich spoiled teenager, forms a gang with a group of friends. They get involved in a numerous of fights between other rival gangs. But things soon get more serious and their friendship is tested to the limits.
Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokto) yang lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi kemiskinan rakyat dan kesenjangan sosial selepas Tanam Paksa dan awal Politik Etis sekitar tahun 1900. Ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan.
Tjokro berjuang dengan membangun organisasi Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera pertama terbesar, yang mempunyai sampai dua juta anggota. Ia berjuang untuk menyamakan hak dan martabat masyarakat bumiputera yang terjajah. Perjuangan ini menjadi awal lahirnya tokoh dan gerakan kebangsaan.
Tjokro adalah intelektual, pandai bersiasat, mempunyai banyak keahlian, termasuk jago silat, ahli mesin dan hukum, penulis surat kabar yang kritis, orator ulung yang mampu menyihir ribuan orang, membuat pemerintah Hindia Belanda khawatir, dan bertindak untuk menghambat laju gerak Sarekat Islam. Perjuangan Tjokro lewat organisasi Sarekat Islam juga terancam oleh perpecahan dari dalam organisasi itu sendiri.
Rumah Tjokro di Gang Peneleh, Surabaya, terkenal sebagai tempat bertemunya tokoh-tokoh bangsa Indonesia kelak. Di rumah sederhana yang berfungsi sebagai rumah kos yang dikelola oleh istrinya, Suharsikin, Tjokro mempunyai banyak murid muda yang kemudian mempunyai jalan perjuangannya masing-masing, meneruskan cita-cita Tjokro: bangsa bermartabat, terdidik, dan sejahtera. Salah satu muridnya di Peneleh adalah proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno
Sherina (Sherina Munaf) yang terkenal sebagai penyanyi anak-anak, tapi dengan lagu yang bukan anak-anak, dimanfaatkan dalam film musikal ini. Karena ayahnya, Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolah baru, ia mendapat "musuh", Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak dari "majikan" Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet). Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarajasa (Djaduk Ferianto), yang ingin menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya. Ada dua gaya akting yang dicoba disatukan tapi kurang berhasil dalam film ini. Peran bersifat baik dimainkan secara "biasa", sementara peran jahat dimainkan secara karikatural yang mengingatkan akan peran jahat dalam "Home Alone".
Catatan:
Film berbiaya sekitar Rp 2 milyar (suatu jumlah yang tidak kecil, meski kenaikan harga-harga yang melonjak sejak krisis ekonomi) dipasarkan dengan cukup istimewa juga. Jauh-jauh hari kampanye sudah dilakukan, baik dengan penjualan kaset lagu-lagunya, maupun pemutarannya yang dijatuhkan bersamaan dengan hari libur sekolah.
Sejak lulus S1 manajemen, hampir 2 (dua) tahun Muluk (Reza Rahadian) belum mendapatkan pekerjaan, meskipun selalu gagal, ia tak pernah putus asa mencari kerja. Dalam sebuah kejadian, terjadi pertemuan antara Muluk dan seorang pencopet bernama Komet (Angga). Komet membawa Muluk menemui kelompok copet yang anggotanya adalah anak-anak dan ketuanya, Jarot (Tio Pakusadewo). Dalam kelompok copet tersebut terbagi dalam tiga kelompok copet : copet mall, copet pasar, dan copet angkot.
Muluk yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen pun menawarkan kerjasama untuk mengelola hasil kerja kelompok copet tersebut dan memberikan pendidikan kepada anak-anak anggota kelompok copet. Sebagai imbalannya, Muluk meminta 10 % dari hasil yang dikumpulkan kelompok copet. Setelah melalui perdebatan, Jarot menyetujui usulan Muluk. Dalam pelaksanaannya, Muluk kemudian meminta bantuan Samsul (Asrul Dahlan), sarjana pendidikan yang kerjanya main gaple di pos ronda, dan Pipit (Ratu Tika Bravani)—sarjana D3 yang kerjanya mengadu keberuntungan dengan mengikuti program kuis di TV.
Kepada ayahnya, Pak Makbul (Deddy Mizwar), Muluk hanya menyatakan dirinya telah bekerja di bagian SDM (sumber daya manusia). Dengan bangga, Pak Makbul menyampaikan berita tersebut ke Haji Sarbini (Jaja Mihardja), calon besannya. Pak Makbul, Haji Sarbini (calon mertua Muluk), juga Haji Rahmat (Slamet Rahardjo), ayah Pipit, senang melihat anak-anak mereka sudah bekerja.
A story of hope where the son of a poor minibus driver in Batu, the City of Apples in East Java, Indonesia went on to become a multinational company director in New York, The Big Apple.
The film tells the story of documentary filmmaker Michael King (Shane Johnson), who doesn’t believe in God or the Devil. Following the sudden death of his wife, Michael decides to make his next film about the search for the existence of the supernatural, making himself the center of the experiment – allowing demonologists, necromancers, and various practitioners of the occult to try the deepest and darkest spells and rituals they can find on him – in the hopes that when they fail, he’ll once and for all have proof that religion, spiritualism, and the paranormal are nothing more than myth. But something does happen. An evil and horrifying force has taken over Michael King. And it will not let him go.








