King Arthur (William Huw) has died and his sister, Morgan Le Fay (Sandra Darnell) begins her reign. She commands three dragons with her magic to try to find the remaining Knights of the Round Table so they cannot stop her.
Galahad (James Nitti) realizes that he must find his father, Lancelot (Mark Griffin), who's been in exile for years. With the help of Percival (Craig Ryder), Dindrane (Alex Evans), and Bors (Tom Latimer), they attempt to return to Camelot to defeat Morgan and her dragons and rescue the captured Guinevere and Merlin
Director: Mark L. Lester
Writers: Erik Estenberg, Rafael Jordan
Stars: Alexandra Evans, Mark Griffin, James Nitti
Sukses Siti Zahrana di bidang akademis, malah membuat cemas orangtuanya, karena Zahrana belum juga menikah di usianya yang memasuki kepala tiga. Sudah banyak laki-laki yang meminangnya, namun Zahrana menolak dengan halus.
Konflik batin Zahrana timbul: menuruti keinginan orangtua atau mengejar cita-cita. Sebenarnya Zahrana sudah mengalah. Ia tak menerima tawaran jadi dosen di UGM. Alasannya karena orang tuanya yang tinggal di Semarang tidak mau jauh. Zahranapun memilih mengajar di sebuah universitas di Semarang. Ia tetap bisa tinggal bersama orang tuanya. Zahrana juga mengalah pada orang tuanya hingga ia tidak mengambil tawaran beasiswa S3 di Cina.
Puncak konflik batin Zahrana ketika dilamar Sukarman, seorang duda dan dekannya, begitu kembali dari Thinghua University sehabis menerima penghargaan. Zahrana tidak menerima lamaran atasannya itu meski orangtuanya kecewa. Alasan Zahrana semata-mata persoalan moral atasannya yang terkenal suka meminta setoran kepada mahasiswa bila ingin nilai bagus bahkan suka bermain cinta dengan mahasiswanya sendiri. Di samping alasan moral, Zahrana tak mungkin menerima lamaran atasanya yang berusia kepala lima.
Akibat menolak lamaran itu, Zahrana akan dipecat secara tidak hormat. Zahrana mendahuli mengajukan pengunduran diri dan memilih mengajar di sebuah sekolah kejuruan teknik. Zahrana sadar, ia harus cepat-cepat bersuami. Hati Zahrana berargumen lain, bisa saja dirinya melanjutkan cita-cita di dunia kademik meski sudah bersuami. Ia pun minta saran kepada pimpinan pondok pesantren yang masih saudara jauh teman akrabnya. Oleh pimpinan pondok pesantren Zahrana dipertemukan seorang pemuda yang dari sisi pekerjaan kurang prestisius. Pemuda itu pedagang kerupuk keliling dan Zahrana merasa cocok. Ia bertekad mengabdikan hidupnya kepada Allah melalui ibadah dalam rumah tangga.
Celakanya, calon suaminya meninggal, tertabrak Kereta Api tak jauh dari perkampungan. Disusul pula dengan kematian ayahnya yang sudah lama mengidap penyakit jantung. Saat itu Zahrana merasa sudah mati. Ia hanya di rumah sambil menekuri diri. Sahabat-sahabat dan kerabatnya banyak yang berdatangan. Salah seorang penjenguk, dokter perempuan yang sempat mengobatinya di rumah sakit. Perempuan itu ternyata ibu mahasiswa bernama Hasan yang skripsinya sempat dia bimbiang. Kedatangan ibu dokter ini sekaligus mengobati luka cinta Zahrana.
Ibu dokter mengabarkan, anaknya, Hasan, berniat menikahinya. Zahrana menyampaikan satu syarat. Bila anak ibu dokter benar meminangnya, ia minta agar pernikahannya nanti malam setelah shalat tarawih. Tawaran diterima ibu dokter. Tepat jam tujuh malam, mereka melangsungkan pernikahan suci di masjid yang disaksikan para jamaah shalat tarawih. Malam pertama bulan Ramadhan menandai berakhirnya penderitaan Zahrana.
Bekerja sebagai wartawan freelance dan terobsesi jadi penyair, Rosid (Reza Rahadian) yang lahir di keluarga Muslim yang taat memang terlihat santai menjalani hidup dengan gayanya sendiri. Itulah yang menarik bagi Delia (Laura Basuki) yang beragama Katolik dan aktivis kampus. Keduanya mempertahankan keyakinannya masing-masing tetapi saling mengagumi satu sama lain. Sayangnya orangtua masing-masing tidak setuju. Ayah-ibu Delia terang-terangan menolak, sedangkan ayah-ibu Rosid menjodohkannya dengan gadis berjilbab yang soleh, Nabila (Arumi Bachsin). Selain itu Rosid juga dipertanyakan keagamaannya karena tidak bersedia memakai peci dan baju koko yang dianggapnya hanya meneruskan tradisi belaka.
Catatan
Bersumber dari novel: Da Peci Code dan Rosid dan Delia.
Fikri yang dibesarkan oleh keluarga sederhana, kemudian tumbuh menjadi sosok yang saleh dan mandiri. Selain kuliah, ia juga membantu ayah-ibunya membuat kue dan gorengan serta membuat bingkai dan hiasan pasir untuk dititipkan di beberapa galeri, salah satunya adalah galeri Koh Acong yang memiliki anak cantik, Lidya.
Fikri menjadi idaman banyak wanita di kampusnya. Tapi, hanya ada satu gadis yang membekas di hati Fikri: Leni. Sebenarnya Leni menyukai Fikri, namun selayaknya gadis muslimah yang terjaga perilakunya, ia hanya menyimpan rapi perasaannya pada Fikri. Bahkan Irul, sahabat Fikri yang tampan, kaya dan terkenal playboy di kampus pun ditolak Leni. Setelah wisuda dan harus berpisah jauh, barulah perasaan cinta Leni dan Fikri saling terungkap. Namun, ketika keduanya mempersiapkan rencana pinangan, Leni dan Fikri harus menerima kenyataan bahwa Leni akan dijodohkan dengan lelaki lain. Fikri dengan tulus mengingatkan Leni agar patuh pada orang tuanya.
Sementara itu Irul jatuh hati pada Lidya dan mulai berpacaran dengan Lidya. Lidya hamil dan Irul lari dari tanggung jawab. Fikri terus mengingatkan sahabatnya dan menguatkan Lidya.
Cobaan lagi: Humaira adik Fikri yang patah hati, menjadi pribadi yang pemberontak. Dari sosok gadis lembut dan sangat solihah ia menjadi gadis "badung" dan bebas. Bahkan melepas jilbab dan menjadi gadis malam. Fikri berusaha menyadarkan Humaira. Ujian kembali datang ketika ayah ibu Fikri meninggal dunia.
Ternyata Leni tidak bahagia dengan pernikahannya. Lidya yang sangat mengagumi Fikri semakin putus asa. Kemudian Shira hadir. Semula Shira ini hendak dijodohkan dengan Irul, namun perjodohan itu gagal. Pada suatu pertemuan Fikri diam-diam jatuh hati pada Shira. Fikri menyadari dirinya yang tak sebanding dengan keluarga Shira yang berkecukupan. Ternyata diam-diam Shira memendam cinta pada Fikri.
Prasetyo Ichsan Setiawan (Lukman Sardi) sutradara Film terkenal menikah dengan Tania Wulandary (Dian Sastrowardoyo) manager di salah satu perusahaan financial bergengsi. Keduanya memiliki anak bersama-sama dan yang berumur 5 tahun. Keduanya pecandu kerja gila, satu-satunya waktu mereka bersama-sama hanya di pagi hari di malam hari atau kadang-kadang selama akhir pekan jika mereka beruntung.Hebatnya, dengan adanya jadwal yang padat mereka terkadang berhasil menghabiskan waktu bersama-sama dan menjadi romantis. Sampai suatu hari, kesehatan terjebak kepada mereka. Tyo runtuh saat syuting. Segera ia dirawat di rumah sakit karena memiliki penyakit hepatitis A. Dan Tania, yang tawaran promosi tidak dapat mengambil waktu dari pekerjaan untuk mengurus Tyo, sehingga dia harus menyulap antara kerja, rumah dan mengurus suaminya, Tyo.Setelah tiga hari mengurus segalanya sendiri Tania kelelahan. Dan dia juga dirawat di rumah sakit, oleh Dr Henky (hengky solaiman) dan Dr. Verdi (Verdi Solaiman) dan berbagi di ruang yang sama dengan suaminya. Akhirnya setelah bertahun-tahun menikah yang memiliki sedikit waktu bersama, sekarang mereka terjebak dalam satu ruangan. Mereka bersama-sama di ruangan yang sama dan tidak ada waktu mereka sendiri.Rahasia yang telah disimpan rapi mulai menampakkan dirinya. datang dari bossnya Tania, Pak Harris (Ari Wibowo), Teman Kerja Tyo (Indra Birowo, Husein Idol), dan teman teman misterius lainnya. dimulai sebagai momen manis yang diadakan dalam satu ruangan selama sakit berubah menjadi medan pertempuran, karena setiap hari selama tujuh hari dua puluh empat jam mendorong mereka ke dalam situasi gila dan canggung.
He thought it was over. After fighting his way out of a building filled with gangsters and madmen - a fight that left the bodies of police and gangsters alike piled in the halls - rookie Jakarta cop Rama thought it was done and he could resume a normal life. He couldn't have been more wrong. Formidable though they may have been, Rama's opponents in that fateful building were nothing more than small fish swimming in a pond much larger than he ever dreamed possible. And his triumph over the small fry has attracted the attention of the predators farther up the food chain. His family at risk, Rama has only one choice to protect his infant son and wife: He must go undercover to enter the criminal underworld himself and climb through the hierarchy of competing forces until it leads him to the corrupt politicians and police pulling the strings at the top of the heap. And so Rama begins a new odyssey of violence, a journey that will force him to set aside his own life and history and take on ...
In Jakarta, Indonesia, Lieutenant Wahyu organizes the invasion of an apartment building that is the safe house of the powerful and cruel drug lord Tama and his gang. The SWAT team breaks in the building but one lookout sees and warns the gangsters and the police force is trapped on the seventh floor. They learn that Lt. Wahyu has not informed his superiors about the operation. Now the police officers have to fight with limited ammunition against the armed and dangerous gangsters.
Celo a young man from Papua, prompting his father to go look for the lost twin brother since childhood. Celo set off by following the instructions of the dream of his father who saw his twin brother were in the battlefield. On arrival in the city of Jayapura, accidentally Celo met with Babe, a bankrupt businessman from Medan and asking him to look where the battlefield was. Babe involved a lot of debt just makes the problem Celo grow complicated. They were chased by debt collectors and hid in airport cargo warehouse, they unknowingly carried by air to Jakarta. In Jakarta, Celo and Babe involved a lot of new problems, especially when they pursued Nato Beko, gangs are again fighting dragons estate owned by William Male deer gang. Celo honest apart must find his twin brother, he was involved in the conflict between urban gangs, while Babe cunning also continue to utilize the cello to get his wish.
Cinta (Dian Sastrowardoyo), 17 tahun, dipercaya mengelola majalah dinding sekolah bersama sahabatnya, Milly (Sissy Priscillia), Karmen (Adinia Wirasti), Alya (Ladya Cheryl), dan Maura (Titi Kamal). Mereka ini juga membentuk sebuah "geng". Kenyamanan persahabatan ini berubah ketika Cinta bertemu dengan Rangga (Nicholas Saputra), yang angkuh dan dingin, padahal mereka satu sekolah meski kehadiran Rangga tak terasakan. Rangga membawa Cinta masuk dunia "lain" dari yang dihidupinya selama ini. Rangga juga membuat Cinta mulai "memisahkan" diri dari gengnya.
Setelah meninggalnya istri tercinta, Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965, memutuskan tidak menikah. Ia tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya yang juga menduda, dan dua cucunya: Salman dan Salina. Hidup di perbatasan Indonesia dan Malaysia merupakan persoalan tersendiri bagi mereka, karena keterbelakangan pembangunan dan ekonomi.
Astuti, guru sekolah dasar di kota, datang tanpa direncanakan. Ia mengajar di sekolah yang hampir rubuh karena setahun tidak berfungsi. Tak lama berselang datang pula dr. Anwar, dokter muda yang datang karena tidak mampu bersaing sebagai dokter professional di kota.
Haris mencoba membujuk ayahnya untuk pindah ke Malaysia dengan alasan di sana lebih menjanjikan secara ekonomi dibandingkan tetap tinggal di wilayah Indonesia. Hasyim bersikeras tidak mau pindah. Baginya kesetiaan pada bangsa adalah harga mati.
Persoalan semakin meruncing ketika Hasyim tahu bahwa Haris ternyata sudah menikah dengan perempuan Malaysia dan bermaksud mengajak Salman dan Salina. Salman yang dekat dengan sang kakek memilih tetap tinggal di Indonesia.
Hasyim sakit. Dr Anwar berusaha memberikan perawatan dan obat yang lebih rutin. Namun, keterbatasan sarana dan obat, membuat kondisi Hasyim memburuk. Dr Anwar memutuskan untuk membawa Hasyim ke rumah sakit kota. Dengan uang hasil kerja Salman, Hasyim dibawa pakai perahu. Mereka berangkat ditemani oleh Astuti dan dr. Anwar. Di tengah perjalanan nyawa Hasyim tidak tertolong. Ia meninggal bersamaan dengan pekik dan sorak sorai Haris atas kemenangan kesebelasan Malaysia atas Indonesia.
Ketika Timor-Timur berpisah dari Indonesia, dua kakak-beradik harus hidup dalam kondisi dan lokasi berbeda. Merry (Griffith Patricia), 10 th, tinggal berdua dengan ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo), 29 th, di sebuah kamp pengungsian di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sementara kakak laki-lakinya Mauro, (Marcel Raymond),12 th, tinggal bersama pamannya di Timor Leste. Tatiana mengajar di sekolah darurat di kamp tersebut. Merry juga bersekolah di tempat itu bersama Carlo Gomez (Yehuda Rumbindi), yang suka menggangu Merry, karena Carlo ingin punya seorang adik dan merasakan kembali cinta kasih keluarga. Kehidupan sangat berat di kamp pengungsian dan ketidakpastian akan keberadaan anak laki-lakinya, tidak membuat Tatiana menjadi lemah. Kerinduan Merry akan kakaknya dan penderitaan yang begitu mendalam dari sang ibu membuat Merry cerdas dan nekad. Suatu hari dari seorang relawan, Tatiana mendapatkan informasi bahwa ada kemungkinan ia bisa bertemu dengan anak laki-lakinya.
Kali ini Kadir dan Doyok jadi pasangan yang keluar masuk tahanan. Mula-mula karena merampok bank, kemudian karena melarikan diri, lalu karena melarikan diri lagi. Di seputar itulah film ini mencoba menggali banyolan, dengan melibatkan juga Rosa (Nyoman Ayu Lenora), sebagai pacar Doyok. Kisah diakhiri dengan masuk laginya mereka ke penjara tanpa ada kemungkinan lolos.
Larasati (Julie Estelle) terpaksa memenuhi wasiat ibunya, Sulastri (Widyawati), untuk mengantarkan sebuah kotak dan sepucuk surat untuk Jaya (Tio Pakusadewo) di Praha. Dibesarkan di tengah kehidupan keluarga yang tidak harmonis, hubungan Larasati dan ibunya tidak pernah benar-benar baik. Jaya, mantan tunangan ibunya, gagal memenuhi janji untuk kembali puluhan tahun silam akibat perubahan situasi politik.
Pertemuan dengan Jaya membuat Larasati mengetahui persoalan yang sebenarnya. Dia menuding Jaya dan surat-surat yang pernah dikirimnya sebagai penyebab ketidakharmonisan keluarganya, situasi yang membawa akibat buruk bagi hidupnya. Jaya merasa tersudut dan terpaksa harus menjelaskan apa yang baginya telah ia ikhlaskan.
Cerita tentang kekuatan memaafkan dan upaya untuk berdamai dengan sisi gelap masa lalu. Jaya dengan rasa bersalahnya dan Larasati dengan cinta sejati.
Catatan:
Terinspirasi dari kehidupan para pelajar Indonesia di Praha yang tidak bisa kembali akibat perubahan situasi politik Indonesia tahun 1966, dan karya musik Glenn Fredly sebagai elemen utama cerita.
Syamsul (Dude Harlino), pemuda 20 tahun-an, bertekad menuntut ilmu di sebuah pesantren di Kediri. Ia meninggalkan kehidupan yang cukup nyaman. Di sini ia bertemu dengan Zizi (Meyda Sefira) putri pemilik pesantren yang pernah ditolongnya ketika dijambret di kereta. Kejadian tersebut membuat mereka jadi dekat. Di pesantren ini Syamsul terusir karena dituduh mencuri akibat fitnah sahabatnya sendiri Burhan (Boy Hamzah). Karena keluarganya sendiri juga tidak mempercayainya, Syamsul malah menjadi seorang pencopet. Di tengah kekacauan dan kegelapan hidupnya ini ia bertemu dengan Silvie (Asmirandah).
Fikri (Richard Kevin), ahli desain, jatuh cinta pada Fisha (Dewi Sandra), mahasiswi S2 di Yogyakarta. Perkenalan mereka diawali kala Fikri diminta Fisha untuk menjadi dosen pembimbing tugas akhirnya. Sementara itu, teman Fisha, Hamzah (Morgan Oey), sudah lama menaruh hati pada Fisha. Bahkan Bunda, ibu Fisha (Ayu Diah Pasha), dan Weni (Adhitya Putri) sahabat Fisha merestui kedekatan mereka. Tapi, Fisha menganggap Hamzah seperti kakaknya sendiri.
Fikri memberi kejutan dengan melamar Fisha. Setelah Fisha lulus S2, mereka pun menikah. Hubungan Fisha dengan ibu Fikri, Halimah (Roweina), kurang harmonis. Sudah lama Halimah menjodohkan Fikri dengan Riri (Imaz Fitria), anak sahabat almarhum suaminya. Meski demikian, Oma Aida (Titi Dibyo) dan adik Fikri, Dian (Andania Suri) justru dekat dengan Fisha.
Takdir berkata lain. Fisha keguguran sampai dua kali. Fisha sangat sedih dan terpukul. Dia merasa sudah sangat berhati-hati menjaga kehamilannya, bahkan berhenti kerja sebagai guru TK yang menjadi kegembiraannya. Fikri tidak pernah menyalahkan Fisha atas segala musibah yang terjadi.
Saat Fikri pergi bisnis di luar kota, Fisha mengalami kesakitan yang luar biasa di perutnya. Dokter mengatakan bahwa Fisha terkena kanker rahim stadium akhir. Fisha mohon pada Halimah agar merahasiakan penyakitnya dari Fikri. Mengetahui bahwa waktunya tidak banyak lagi dan tidak akan bisa punya anak, Fisha mengambil langkah pengorbanan yang yang membuktikan bahwa cinta sejati itu hadir.
Catatan:
Adaptasi dari novel berjudul Air Mata Tuhan karya Aguk Irawan MN.
Si Boy (Onky Alexander) adalah pemuda ganteng yang suka menulis buku harian, senang olahraga (lari dan tinju), aktif di kampus, tidak pernah lupa sembahyang, anak pengusaha kaya, ke mana-mana naik BMW. Pokoknya sosok ideal. Tidak heran bila banyak cewek yang naksir. Pacarnya, Nuke (Ayu Azhari) diungsikan ayahnya belajar ke London, karena sebagai pegawai negeri ia tersinggung akan ulah ayah Boy yang berusaha menyuap. Kepergian Nuke yang tiba-tiba membuat Boy pertama dekat dengan seorang pelacur, dan kemudian dengan Vera (Meriam Bellina). Hubungan dengan Vera diwarnai percekcokan terus, termasuk risiko berkelahi dengan bekas pacar Vera. Maka akhirnya Boy memutuskan hubungannya dengan Vera. Kebetulan Nuke pulang berlibur. Ia mengajak melanjutkan hubungan secara diam-diam.
Catatan:
Sebuah film laris, hingga banyak diulas. Sebagai film, hampir tak ditemui keistimewaannya, kecuali bahwa ia dekat dengan gambaran remaja yang banyak bercanda dan menggunakan dialek dan musik yang sedang digemari. Bahkan pemusik Gombloh tampil membawakan lagunya yang sedang populer. Tokoh Si Boy lebih dulu muncul dalam siaran radio Prambors. Film terlaris III di Jakarta, 1987, dengan 313.516 penonton, menurut data Perfin.
What is the true meaning of friendship? Gun, a rich spoiled teenager, forms a gang with a group of friends. They get involved in a numerous of fights between other rival gangs. But things soon get more serious and their friendship is tested to the limits.
Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokto) yang lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi kemiskinan rakyat dan kesenjangan sosial selepas Tanam Paksa dan awal Politik Etis sekitar tahun 1900. Ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan.
Tjokro berjuang dengan membangun organisasi Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera pertama terbesar, yang mempunyai sampai dua juta anggota. Ia berjuang untuk menyamakan hak dan martabat masyarakat bumiputera yang terjajah. Perjuangan ini menjadi awal lahirnya tokoh dan gerakan kebangsaan.
Tjokro adalah intelektual, pandai bersiasat, mempunyai banyak keahlian, termasuk jago silat, ahli mesin dan hukum, penulis surat kabar yang kritis, orator ulung yang mampu menyihir ribuan orang, membuat pemerintah Hindia Belanda khawatir, dan bertindak untuk menghambat laju gerak Sarekat Islam. Perjuangan Tjokro lewat organisasi Sarekat Islam juga terancam oleh perpecahan dari dalam organisasi itu sendiri.
Rumah Tjokro di Gang Peneleh, Surabaya, terkenal sebagai tempat bertemunya tokoh-tokoh bangsa Indonesia kelak. Di rumah sederhana yang berfungsi sebagai rumah kos yang dikelola oleh istrinya, Suharsikin, Tjokro mempunyai banyak murid muda yang kemudian mempunyai jalan perjuangannya masing-masing, meneruskan cita-cita Tjokro: bangsa bermartabat, terdidik, dan sejahtera. Salah satu muridnya di Peneleh adalah proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno
Sebuah film dengan jenis "road movie". Yusuf (Nicholas Saputra) dan sepupunya Ambar (Adinia Wirasti) menghabiskan malam penuh keliaran sebelum paginya mereka pergi ke luar kota untuk menghadiri pernikahan saudara mereka. Karena ketinggalan pesawat, mereka lalu mengendarai mobil. Perjalanan menjadi tiga hari lamanya. Mereka tidak sadar bahwa tiga hari perjalanan itu akan berpengaruh pada kehidupan mereka selanjutnya. Mereka berdiskusi tentang agama, pernikahan dan seks.
Catatan:
Pemutaran perdana di Hongkong International Film Festival dan Singapore International Film Festival.
Sang Pemimpi merupakan kelanjutan dari Laskar Pelangi. Film ini bercerita tentang Ikal (Vikri Setiawan) dan saudara sepupunya, Arai (Rendy Ahmad), serta sahabatnya, Jimbron (Azwar Fitrianto), pada usia remaja, dan mengisahkan tentang anak remaja yang mencari identitas diri dan seksualitas pada usia 17 tahun.
Adalah seorang guru bernama Balia (Nugie) yang menjadi sumber inspirasi bagi Ikal, Arai dan Jimbron. Kelas Balia membawa mereka pada keajaiban ilmu pengetahuan dan luasnya kehidupan, tempat yang memberi mereka nafas untuk keluar dari tekanan hidup. Balia membarakan semangat mereka untuk menjelajahi Eropa dan bagian dunia lain untuk mengarungi kehidupan. Namun, pada saat yang sama, mereka harus menghadapi sikap keras Pak Mustar (Landung Simatupang), sang kepala sekolah. Kontras dengan sikap Balia, Pak Mustar adalah seorang guru yang menerapkan cara didik dengan pola hukuman bagi yang lalai.
Problematika yang mereka hadapi tak hanya soal sekolah dan bertahan hidup, tapi juga cinta. Cinta Arai pada Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda) menggiringnya menjadi seorang penyanyi dadakan dengan berguru pada Bang Zaitun Jay Widjajanto), seorang pemusik Melayu keliling. Jimbron jatuh hati pada Laksmi, gadis pemurung pekerja pabrik cincau yang tak pernah tersenyum sejak orang tuanya meninggal. Ikal tertarik pada gambar wanita molek dari reklame sebuah film Indonesia di bioskop.
Tetapi, kebimbangan Ikal akan hidup dan masa depan membuatnya patah arang dan berusaha menghapus impiannya bersekolah ke Eropa bersama Arai. Ikal yang dulu seolah memiliki semangat baru, menjadi Ikal yang tenggelam dalam keputusasaan dan menyisakan kekecewaan yang dalam di hati sang ayah yang sangat membanggakan dirinya sejak kecil.
Rasa bersalah terhadap sang ayah membuat Ikal bangkit, dan para pemimpi pun kembali berlari bersama. Satu persatu simpul-simpul kesulitan hidup untuk mencapai mimpi mereka buka. Cita-cita, harapan, dan cinta. Dengan tambahan bekal dari tabungan Jimbron, Ikal dan Arai melanjutkan hidup untuk merajut mimpi. Namun, setelah gelar sarjana diraih, Arai menghilang. Tinggalah Ikal sendirian mengadu nasib sambil mengejar mimpi.